Senin, 16 November 2009

Desain Poster yang Efektif

BAGAIMANA DESAIN POSTER YANG EFEKTIF?
(Menangkap perhatian pembaca yang bergerak - dalam waktu sekejap)

Oleh Rakhmat Supriyono
15 Nopember 2009


Secara sederhana, poster dapat dideskripsikan sebagai bentuk publikasi dua dimensional, satu muka, menyajikan informasi berupa data, jadwal, dan penawaran, atau untuk mempromosikan sesuatu, tempat, produk, jasa, perusahaan atau organisasi. Definisi sederhana ini tentu belum memuaskan Anda karena tidak menjelaskan bagaimana desain poster yang efektif. Mendesain poster merupakan satu pekerjaan yang sangat menantang kreativitas. Berbagai kemungkinan bisa dilakukan untuk menarik audiens.
Lori Siebert dan Lisa Ballard dalam buku Making a Good Layout menegaskan, tugas poster adalah “Capturing a moving audience with your messege” (Menangkap audiens yang tengah bergerak dengan pesan yang Anda sampaikan). Dikatakan, poster harus mampu menyampaikan informasi atau pesan pada audiens yang sedang sibuk, hanya dalam waktu beberapa detik. Karena waktu baca begitu singkat dan dalam situasi sibuk, maka Anda harus memilih salah satu informasi untuk dijadikan elemen kunci, yaitu elemen yang paling dominan dan memiliki daya pikat (eye-catching) paling kuat. Kemudian elemen-elemen yang lain mendukung elemen kunci tersebut sehingga secara keseluruhan tampak menyatu, seimbang dan harmonis.
Secara ringkas, Siebert dan Ballard memberi petunjuk tentang desain poster sebagai berikut.

1. Ukuran huruf dibuat besar sehingga terbaca dari jarak yang diperkirakan (sekitar 10 – 15 kali lebar poster).

(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)

Gambar 6.1. Huruf untuk poster harus mudah terbaca dari jarak yang diperkirakan.


2. Layout hendaknya simpel. Pilih satu elemen kunci (huruf dan ilustrasi) sehingga pembaca dapat dengan cepat menangkap pesan.


(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)
Gambar 6.2. Layout poster harus simpel dan mudah dibaca.

Namun belakangan ada trend poster yang sengaja dibuat ramai dan sangat dinamis, seakan sengaja membuat pembaca ”pusing” membacanya. Poster meriah seperti ini biasanya ditujukan untuk anak muda dan lazimnya dipasang di dalam ruangan (indoor) sehingga memungkinkan untuk membaca berlama-lama. Berikut ini adalah contoh poster yang lebih mengedepankan aspek seni (art). Nilai keterbacaan rendah, namun punya kekuatan membuat orang penasaran untuk membaca.

(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)
Gambar 6.3. Poster karya Emiliano Lionel Suárez (Argentina), kreatif dan membuat penasaran untuk membaca.


(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)
Gambar 6.4. Poster karya Job Wouters (Netherlands), menggunakan unsur seni sebagai eye-catcher.

3. Masukkan semua informasi penting: tanggal, jam, tempat, dan sebagainya.
4. Memuat satu elemen paling dominan – judul, ilustrasi atau tipografi – yang sekilas dapat menarik perhatian.

(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)
Gambar 6.5. Poster olimpiade Beijing karya Indra Triwahyudi. Ilustrasi kartun sangat unik sebagai eye-catcher.

5. Memuat satu informasi paling penting dan ditonjolkan dengan ukuran, warna, atau value (kontras).
6. Memuat unsur seni yang sesuai dengan pesan atau informasi.
7. Huruf dan elemen visual disusun dalam urutan yang logis. (Dibaca dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah).
8. Ilustrasi foto hendaknya dipilih yang unusual dan di-cropping agar lebih bisa terlihat.

(maaf gambar/foto/ilustrasi blm sempat dimasukin)
Gambar 6.6. Poster Adidas, menonjolkan ilustrasi foto yang unusual.

9. Huruf untuk poster sebaiknya tebal (bold), warna-warna mencolok sehingga dapat terlihat dari kejauhan.

Tugas utama poster adalah mengundang perhatian dan memberi informasi secepat mungkin karena hanya dibaca sekilas. Tidaklah tepat untuk menyampaikan informasi secara detail dan panjang-lebar lewat poster. Jika terdapat banyak informasi yang harus disampaikan lewat poster, Anda tetap harus menyisakan ruang kosong (white-space) yang tidak diisi gambar maupun teks. Secara visual, bidang kosong dapat memberi kelegaan pada mata untuk istirahat dan sekaligus menonjolkan pesan utamanya. Informasi yang berlebihan dan disusun berdesakan tentu kurang efektif, cenderung tidak menarik dan membingungkan pembaca.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

infonya bermanfaat banget nih...
kunjungi blog saya ya.. blog saya